BERITA
BERITA
Bontang (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Bontang, Muhammad Hamzah, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha serta Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis), menghadiri acara Milad ke-30 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bontang yang digelar di halaman MAN Bontang, Rabu (17/12/2025).
Dalam kesempatan ini, Kakankemenag Kota Bontang Muhammad Hamzah menyampaikan apresiasi atas kiprah MAN Bontang selama tiga dekade dalam dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa usia 30 tahun merupakan fase kedewasaan bagi sebuah lembaga pendidikan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“MAN Bontang telah menunjukkan peran strategisnya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.” ujarnya.
Ia juga berharap MAN Bontang terus menjadi rujukan pendidikan madrasah yang unggul, moderat, dan berdaya saing, baik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Sementara itu, Kepala MAN Bontang Sugiannoor dalam sambutannya mengungkapkan bahwa MAN Bontang tidak hanya berfokus pada penguatan bidang keislaman, tetapi juga berupaya responsif terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Menurutnya, Kota Bontang sebagai kota industri menuntut lembaga pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.
“Sebagai lembaga pendidikan yang berada di kota industri, kami melakukan adaptasi kurikulum dengan menambahkan materi-materi yang relevan agar peserta didik memiliki kompetensi, life skill, dan soft skill yang dibutuhkan di masa depan,” tuturnya.
Ia menambahkan, di usia ke-30 ini MAN Bontang telah mencapai tingkat kematangan sebagai lembaga pendidikan yang diperhitungkan, tidak hanya di Kota Bontang, tetapi juga di tingkat provinsi dan nasional.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan agar program-program pengembangan madrasah dapat berjalan dengan optimal.
Acara Milad ke-30 MAN Bontang ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan tiga dekade MAN Bontang dalam dunia pendidikan.
Kemudian dilanjutkan dengan penerbangan burung merpati yang melambangkan harapan, kedamaian, serta cita-cita MAN Bontang untuk terus terbang tinggi meraih prestasi dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan Islam di Kota Bontang dan Indonesia.